Pallet mesh adalah jenis pallet yang memiliki permukaan berjaring atau berlubang sebagai area penopang barang. Dalam penggunaan pallet plastik, desain ini sering disebut sebagai pallet plastik jaring atau open deck pallet.
Berbeda dengan pallet berpermukaan tertutup atau flat deck, pallet mesh memiliki celah pada bagian permukaannya. Desain tersebut membuat struktur pallet terlihat seperti pola jaring dengan sejumlah ruang terbuka.
Pallet mesh banyak digunakan untuk kebutuhan penyimpanan dan distribusi karena tersedia dalam berbagai ukuran, material, desain, dan kapasitas beban.
Namun, desain berjaring tidak berarti pallet dapat digunakan untuk semua jenis barang. Ukuran kemasan, bentuk alas produk, berat muatan, dan sistem material handling tetap perlu diperhatikan.
Memahami karakteristik pallet mesh dapat membantu perusahaan memilih jenis pallet yang sesuai dengan kebutuhan gudang sekaligus mengurangi risiko ketidaksesuaian antara pallet dan barang yang disimpan.
Daftar Isi

Bagaimana Bentuk dan Struktur Pallet Mesh?
Pallet mesh memiliki permukaan atas yang tidak sepenuhnya tertutup.
Bagian deck terdiri dari struktur berbentuk kotak, garis, atau pola tertentu yang membentuk celah.
Struktur pallet mesh umumnya terdiri dari:
- Deck atau permukaan penopang barang.
- Struktur penguat pada bagian atas.
- Kaki atau runner pada bagian bawah.
- Akses untuk alat material handling sesuai desain.
- Rangka pendukung untuk menopang beban.
Ukuran celah pada setiap pallet mesh dapat berbeda.
Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan kesesuaian antara desain permukaan dengan ukuran dasar barang atau kemasan.
Barang dengan alas yang terlalu kecil dapat kurang stabil apabila ditempatkan pada deck dengan celah yang terlalu besar.
Fungsi Pallet Mesh dalam Operasional Gudang
Pallet mesh memiliki beberapa fungsi penting dalam proses penyimpanan dan material handling.
1. Menopang dan Menyimpan Barang
Fungsi utama pallet mesh adalah sebagai media penopang barang.
Produk yang telah dikemas dapat ditempatkan di atas pallet untuk membentuk unit load.
Selanjutnya, pallet dapat digunakan dalam proses:
- Penyimpanan di gudang.
- Pemindahan internal.
- Penataan barang.
- Pengiriman.
- Distribusi.
Penggunaan pallet membantu barang tidak langsung bersentuhan dengan lantai dan memudahkan proses penanganan menggunakan peralatan material handling.
2. Membantu Membentuk Unit Load yang Lebih Teratur
Barang dalam jumlah banyak akan lebih mudah dipindahkan apabila disusun sebagai satu unit.
Pallet mesh menjadi dasar untuk menempatkan sejumlah barang dalam satu susunan.
Dengan metode tersebut, forklift atau peralatan lain dapat memindahkan beberapa produk sekaligus sesuai kapasitas pallet.
Namun, pola penyusunan barang tetap perlu direncanakan agar beban terdistribusi secara merata.
3. Mendukung Sirkulasi Udara Sesuai Desain
Karena memiliki struktur terbuka, pallet mesh memiliki celah pada permukaan.
Pada kebutuhan tertentu, desain tersebut dapat memberikan ruang yang lebih terbuka dibandingkan pallet dengan deck tertutup.
Namun, manfaat sirkulasi tetap bergantung pada keseluruhan sistem penyimpanan dan jenis produk yang ditangani.
4. Membantu Proses Penanganan Barang
Pallet mesh dapat digunakan bersama peralatan material handling sesuai desainnya.
Beberapa jenis pallet dapat kompatibel dengan:
- Forklift.
- Hand pallet.
- Stacker.
- Reach truck.
- Sistem conveyor tertentu.
Kompatibilitas harus selalu diperiksa berdasarkan desain bagian bawah pallet.
Tidak semua pallet mesh memiliki akses yang sama untuk setiap jenis peralatan.
Kelebihan Pallet Mesh
1. Desain Permukaan Terbuka
Pallet mesh memiliki struktur deck yang terbuka.
Desain ini membuat pallet memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pallet flat deck.
Untuk barang dengan ukuran alas yang sesuai, permukaan berjaring dapat memberikan area penopang yang cukup tanpa menggunakan permukaan tertutup sepenuhnya.
2. Bobot Pallet Dapat Lebih Efisien pada Desain Tertentu
Adanya ruang terbuka dapat mengurangi jumlah material yang digunakan pada beberapa desain pallet.
Namun, bobot akhir tetap bergantung pada:
- Ukuran pallet.
- Ketebalan struktur.
- Material.
- Desain penguat.
- Kapasitas beban.
Pallet mesh tidak selalu lebih ringan dibandingkan pallet flat karena beberapa model dapat memiliki struktur penguat tambahan.
3. Memiliki Beragam Pilihan Desain
Pallet plastik berjaring tersedia dalam berbagai konfigurasi.
Perusahaan dapat memilih berdasarkan:
- Ukuran.
- Kapasitas.
- Material.
- Jenis entry.
- Desain kaki atau runner.
- Kebutuhan penggunaan.
Hal ini memungkinkan pallet mesh digunakan pada berbagai sektor industri.
4. Dapat Digunakan untuk Berbagai Kebutuhan Penyimpanan
Pallet mesh dapat digunakan untuk barang dengan kemasan atau alas yang memiliki ukuran sesuai dengan struktur deck.
Contohnya, pallet dapat digunakan untuk:
- Karton.
- Box.
- Produk dalam kemasan.
- Kontainer tertentu.
- Barang industri.
Kesesuaian tetap perlu dievaluasi berdasarkan ukuran dan berat produk.
5. Mendukung Penggunaan Pallet Plastik Berulang
Pallet plastik dapat digunakan berulang sesuai dengan kondisi dan spesifikasi produk.
Untuk operasional B2B, penggunaan berulang dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi total biaya penggunaan.
Namun, umur pallet dipengaruhi oleh intensitas penggunaan, metode handling, kondisi lingkungan, serta risiko benturan.
Kekurangan Pallet Mesh yang Perlu Dipertimbangkan
Barang Berukuran Kecil Membutuhkan Perhatian Lebih
Celah pada deck dapat menjadi pertimbangan untuk produk dengan alas kecil.
Jika ukuran alas barang tidak memiliki area kontak yang cukup, posisi barang dapat kurang stabil.
Dalam kondisi tersebut, pallet flat deck atau desain dengan celah lebih rapat dapat menjadi alternatif.
Tidak Semua Kemasan Cocok dengan Permukaan Berjaring
Kemasan dengan bentuk tidak rata atau ukuran kecil perlu dievaluasi terlebih dahulu.
Perusahaan perlu memastikan barang memiliki titik penopang yang cukup.
Proses Pembersihan Bergantung pada Desain
Struktur berjaring memiliki sejumlah celah dan sudut.
Kemudahan pembersihan dapat berbeda tergantung desain produk dan kondisi kontaminasi.
Untuk industri dengan persyaratan kebersihan tertentu, pemilihan desain pallet perlu disesuaikan dengan prosedur operasional.
Perbedaan Pallet Mesh dan Flat Deck Pallet
| Faktor | Pallet Mesh | Flat Deck Pallet |
|---|---|---|
| Permukaan | Berjaring atau berlubang | Lebih tertutup atau rata |
| Struktur deck | Memiliki celah | Area penopang lebih tertutup |
| Kesesuaian barang | Perlu disesuaikan dengan ukuran alas | Cocok untuk berbagai barang dengan alas rata |
| Bobot | Bergantung desain | Bergantung desain |
| Sirkulasi | Struktur lebih terbuka | Struktur lebih tertutup |
| Penggunaan | Gudang dan distribusi tertentu | Berbagai kebutuhan penyimpanan dan distribusi |
Tidak ada desain yang paling baik untuk semua kebutuhan.
Pemilihan antara pallet mesh dan flat deck perlu mempertimbangkan jenis barang serta sistem operasional.
Jenis-Jenis Pallet Mesh Berdasarkan Desain
Open Deck Pallet
Open deck pallet merupakan istilah umum untuk pallet dengan permukaan terbuka.
Desain ini memiliki celah pada bagian deck dan tersedia dalam berbagai ukuran.
Pallet jenis ini dapat digunakan untuk kebutuhan gudang dan distribusi sesuai spesifikasinya.
Mesh Pallet dengan Four Way Entry
Beberapa pallet mesh memiliki akses garpu dari empat sisi.
Desain tersebut dapat memberikan fleksibilitas lebih besar dalam proses handling.
Pallet dapat diakses dari beberapa arah sesuai konstruksinya.
Namun, perusahaan tetap perlu memeriksa kompatibilitas dengan forklift atau peralatan lain.
Mesh Pallet dengan Two Way Entry
Jenis ini memiliki akses masuk dari dua sisi tertentu.
Pallet dapat digunakan untuk operasional dengan pola pergerakan yang lebih teratur.
Orientasi pallet perlu diperhatikan saat penyimpanan dan pengambilan barang.
Mesh Pallet dengan Runner
Beberapa pallet menggunakan struktur runner pada bagian bawah.
Desain tersebut dapat disesuaikan untuk kebutuhan penyimpanan dan sistem handling tertentu.
Kompatibilitas dengan racking atau hand pallet perlu diperiksa berdasarkan spesifikasi produk.
Material yang Digunakan untuk Pallet Mesh
HDPE
HDPE atau High-Density Polyethylene merupakan salah satu material yang digunakan dalam produksi pallet plastik.
Karakteristiknya dapat mendukung berbagai kebutuhan operasional tergantung desain dan kualitas produk.
PP
PP atau Polypropylene juga digunakan sebagai material pallet plastik.
Material ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan HDPE dan dapat digunakan pada berbagai desain pallet.
Pemilihan HDPE atau PP sebaiknya tidak hanya didasarkan pada anggapan bahwa salah satu material selalu lebih kuat.
Perusahaan perlu melihat spesifikasi lengkap pallet.
Cara Memilih Pallet Mesh yang Tepat
1. Sesuaikan Ukuran Celah dengan Ukuran Alas Barang
Ini merupakan salah satu faktor penting.
Pastikan barang memiliki area penopang yang cukup pada permukaan pallet.
Barang dengan alas terlalu kecil dibandingkan celah pallet dapat membutuhkan desain yang lebih rapat.
2. Hitung Berat Total Unit Load
Hitung seluruh beban yang akan ditempatkan di atas pallet.
Rumus sederhananya:
Berat Produk + Berat Kemasan + Material Pendukung = Total Unit Load
Pilih kapasitas pallet berdasarkan kondisi penggunaan.
3. Perhatikan Jenis Kapasitas Beban
Pallet memiliki kondisi penggunaan yang berbeda.
| Jenis Kapasitas | Pengertian |
|---|---|
| Static Load | Kapasitas ketika pallet berada dalam kondisi diam |
| Dynamic Load | Kapasitas ketika pallet dipindahkan |
| Racking Load | Kapasitas ketika pallet digunakan pada sistem racking tertentu |
Jangan menggunakan angka static load sebagai patokan untuk seluruh kondisi operasional.
4. Tentukan Alat Material Handling
Periksa alat yang digunakan di gudang.
Misalnya:
- Forklift.
- Hand pallet.
- Stacker.
- Reach truck.
Pastikan desain pallet mesh kompatibel dengan alat tersebut.
5. Perhatikan Sistem Penyimpanan
Pallet untuk floor storage dapat memiliki kebutuhan berbeda dengan pallet untuk racking.
Jika digunakan pada rak, periksa:
- Racking load.
- Struktur bagian bawah.
- Jarak antar beam.
- Berat unit load.
- Rekomendasi penggunaan dari produsen.
Kapan Pallet Mesh Cocok Digunakan?
Pallet mesh dapat menjadi pilihan apabila perusahaan memiliki barang dengan ukuran dan bentuk alas yang sesuai dengan desain deck.
Pallet ini dapat dipertimbangkan untuk:
Penyimpanan Barang dalam Karton
Produk dalam karton dengan ukuran dasar yang cukup dapat ditempatkan pada pallet mesh.
Perusahaan perlu memastikan seluruh bagian dasar karton memiliki titik penopang yang memadai.
Gudang Distribusi
Pallet mesh dapat digunakan dalam aktivitas distribusi sesuai kapasitas dan desain produk.
Terutama ketika pallet perlu digunakan untuk proses pemindahan dan penataan barang.
Industri Manufaktur
Produk atau komponen yang dikemas dapat ditempatkan di atas pallet untuk mendukung perpindahan antar area produksi.
Penggunaan Internal
Pallet mesh dapat digunakan untuk kebutuhan internal perusahaan apabila sesuai dengan jenis barang dan sistem material handling.
Kapan Sebaiknya Memilih Flat Deck?
Flat deck dapat dipertimbangkan apabila perusahaan menangani:
- Barang dengan alas kecil.
- Produk dengan bentuk tidak rata.
- Kemasan yang membutuhkan area penopang lebih tertutup.
- Produk yang membutuhkan permukaan lebih rapat.
Keputusan akhir tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik produk.
Cara Menyusun Barang di Atas Pallet Mesh
Distribusikan Beban Secara Merata
Jangan menempatkan seluruh beban berat pada satu titik.
Susun barang agar tekanan dapat didistribusikan melalui permukaan pallet secara lebih seimbang.
Hindari Overhang Berlebihan
Overhang terjadi ketika barang melewati batas pallet.
Overhang yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan barang selama handling dan distribusi.
Periksa Kesesuaian Alas Barang
Pastikan alas barang tidak terlalu kecil dibandingkan struktur deck.
Hal ini penting untuk menjaga stabilitas barang.
Gunakan Metode Pengamanan Bila Diperlukan
Untuk proses distribusi, perusahaan dapat menggunakan metode pengamanan tambahan sesuai kebutuhan.
Contohnya:
- Stretch film.
- Strapping.
- Pelindung sudut.
- Metode pengamanan lain sesuai jenis produk.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Pallet Mesh
Memilih Hanya Berdasarkan Harga
Harga awal bukan satu-satunya pertimbangan.
Spesifikasi dan kesesuaian penggunaan perlu dievaluasi.
Tidak Memeriksa Ukuran Celah Deck
Ukuran celah sangat penting untuk kesesuaian barang.
Mengabaikan Kapasitas Dynamic Load
Pallet yang digunakan untuk pemindahan harus dievaluasi berdasarkan dynamic load.
Tidak Memeriksa Kompatibilitas Alat
Tidak semua desain pallet mesh cocok untuk setiap alat material handling.
Menggunakan Pallet Tanpa Memperhatikan Distribusi Beban
Beban yang tidak merata dapat memengaruhi stabilitas dan kinerja pallet.
Studi Kasus: Pallet Mesh untuk Gudang Distribusi
Sebuah perusahaan distribusi menyimpan produk dalam karton berukuran relatif seragam.
Perusahaan membutuhkan pallet untuk proses penyimpanan dan pemindahan barang menggunakan forklift.
Tim operasional mengevaluasi ukuran dasar karton dan menemukan bahwa produk memiliki area penopang yang cukup untuk ditempatkan pada permukaan pallet mesh.
Setelah menyesuaikan kapasitas pallet dengan berat unit load dan memastikan kompatibilitas dengan forklift, pallet mesh digunakan dalam sistem penyimpanan.
Evaluasi tersebut menunjukkan bahwa pemilihan pallet mesh perlu dimulai dari karakteristik barang dan sistem operasional, bukan hanya berdasarkan bentuk permukaannya.
FAQ Seputar Pallet Mesh
Apa itu pallet mesh?
Pallet mesh adalah pallet dengan permukaan berjaring atau berlubang yang digunakan sebagai area penopang barang.
Apa perbedaan pallet mesh dan pallet flat?
Pallet mesh memiliki permukaan terbuka dengan celah, sedangkan pallet flat memiliki permukaan yang lebih tertutup.
Apakah pallet mesh cocok untuk semua jenis barang?
Tidak selalu. Kesesuaian pallet mesh bergantung pada ukuran, bentuk, dan jenis alas barang.
Apakah pallet mesh bisa digunakan untuk forklift?
Bisa apabila desain pallet memiliki akses yang kompatibel dengan forklift dan kapasitas dynamic load sesuai kebutuhan.
Apakah pallet mesh dapat digunakan untuk racking?
Tergantung spesifikasi produk. Perusahaan harus memastikan pallet memiliki kapasitas racking load dan desain yang sesuai dengan sistem rak.
Bagaimana memilih pallet mesh yang tepat?
Perhatikan ukuran celah deck, berat barang, kapasitas beban, ukuran pallet, sistem penyimpanan, dan jenis alat material handling.
Kesimpulan
Pallet mesh adalah pallet dengan permukaan berjaring atau terbuka yang berfungsi untuk menopang barang dalam proses penyimpanan, pemindahan, dan distribusi.
Desain open deck memberikan karakteristik berbeda dibandingkan pallet flat deck. Namun, pallet mesh tidak otomatis cocok untuk semua jenis produk.
Perusahaan perlu memastikan ukuran alas barang sesuai dengan struktur deck agar produk mendapatkan area penopang yang memadai.
Selain itu, pemilihan pallet harus mempertimbangkan berat unit load, static load, dynamic load, racking load, jenis alat material handling, dan sistem penyimpanan.
Dengan melakukan evaluasi secara menyeluruh, pallet mesh dapat menjadi bagian dari sistem penyimpanan yang membantu menciptakan unit load lebih teratur dan mendukung kelancaran operasional gudang.
Pada akhirnya, pallet mesh yang tepat bukan sekadar pallet dengan permukaan berjaring, tetapi pallet yang memiliki desain dan spesifikasi sesuai dengan karakteristik barang serta kebutuhan operasional perusahaan.